Cari Blog Ini

Sabtu, 05 Maret 2011

Lama sudah aku tak menulis teriakan isi jiwa. Doa ku untuk bulan Februari memang tercapai, tapi Maret menyuguhkan sensasi tersendiri di angka-angka awal.
Aku mengecewakannya, justru orang yg paling aku sayangi. Gadis itu mulai membenciku, membenci kelakuanku, membenci semua orang di sekitarku juga.
Maaf, aku memang bodoh. Karena itu, aku selalu membenci diriku sendiri. Karena itu aku membenci perbandingan. Aku tak suka dibandingkan, karena akan terlalu jompang saat seseorang membandingkanku dengan orang lain.
I just want you to forgive me, forgive myself. All I need is you. All I want is you. Sounds like selfish, but however I found another taste with you. You make a different life. You wake me up to the world. You raise me up at the time. I'm happy with you. That's my fool, and you want I to go to another place where I never know the place.
So sorry if I hurt you hunny. I didn't mean. Forgive me, I won't to go. I really feel so comfort with you.
It just a little thing that I want to share. I hope you read it and you give me another chance. Again and again, I want you to give me a chance.
Hmmm, I'm just a motherfucker. I'm just a silly boy. I'm just a scumbag.
And now I regret for what I did.

Senin, 07 Februari 2011

doa di bulan kedua :)

Tuhan, ini mungkin doa terbaruku di Februari ini.
Tuhan, semester ini saya ingin merubah semuanya.
Semua caci maki sampah seorang Bima Bayusena.
"Tolong sadarkan ketika saya mulai keluar jalur perkuliahan
Tolong berikan dan jaga semangat saya ini
Tolong gerakkan tangan saya jika saya sudah mulai malas mengerjakan tugas perkuliahan
Tolong langkahkan kaki jika mulai bermalas-malasan berangkat ke kampus
Tolong cairkan otak saya jika sudah mulai beku dalam berkuliah
Tolong bangunkan mata saya jika sudah mulai mengantuk di jam perkuliahan."

Dan satu lagi, tolong jaga gadis itu. Gadis yang sedikit menggerakan semua kemalasan saya selama ini. Gadis yang baik hati, tidak rajin menabung tetapi songong. :p
Tolong jaga hubungan kami. :)

Untuk semua doa Februari saya, saya tuturkan amien disetiap doanya. Amien.

Jumat, 04 Februari 2011

bad night, actually.

Bad night.

Saya berada di posisi yang sebenarnya saya tidak inginkan.
Okay, di satu sisi saya ingin berharga di matanya, hidupnya, (mungkin) di lingkungannya.
Tapi di sisi lain, saya hanya bisa membiarkan itu untuk senyumannya.

Tidak akan pernah ada asap jika tidak pernah ada pembakaran.
Saya menyesal, semenyesal-nyesalnya orang menyesal.
Tapi tadi saya sedikit terbakar, dan tanpa saya izinkan asap itu muncul.
Manusiawi memang, tapi saatnya sedang tidak tepat.

Segeralah menghilanglah kau asap, kembalikan kami seperti semula.
Dan saya pun belajar satu hal, jangan pernah bermain api jika memang tak ingin asap itu muncul.
I'm sorry. Really, I feel guilty about it. I hope you'll forget it as you said.
Hunny, I'm sorry, I didn't mean to hurt you. Nevermind. I'm okay. :)

Minggu, 30 Januari 2011

hey nona, aku rindu.

Hey nona apa kabarmu?
Hey nona saya malu
Karena diam-diam ternyata aku merindu.

Sejenak terdiam, melihat jam dinding.
ternyata dia masih mempunyai 12 angka.
Malam ini masih panjang.
Hari itu masih lama.
Lalu apa yang aku kerjakan disini?

Menikmati sebuah rindu?
Perasaan yang tak pernah dapat dilihat, disentuh, atau bahkan ditiup sekalipun.
Perasaan yang menggelitik namun tak bisa dihentikan.
Anugerah Tuhan yang murni tumbuh di liarnya alam kehidupan.

Hey nona, ini rindu.
Bukan segelas susu yang rutin disiapkan seorang ibu.
Hey nona, I miss you.

Jumat, 28 Januari 2011

sebenarnya jika Ariel "berkata"

Jika saya bercerita sekarang
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya.
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya.
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi.
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah, semua dapat memetik hal yang baik dari kemakluman itu, atau hanya akan mengikuti keburukannya.
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya bersuara sekarang
Maka itu hanya akan membuat saya terlihat sedikit lebih baik dan beberapa lainnya terlihat sedikit lebih buruk sebenarnya.
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang
Maka akan hanya ada caci maki dari lidah ini.
Dan teriakan kasar tentang kemuakan serta cemoohan hina pada keadilan.
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan,
Bersuara kepada yang berhak,
Berkata kepada diri sendiri
Lalu diam kepada yang lainnya.
Lalu biarkan seleksi Tuhan
Bekerja pada hati setiap orang.

Bareskrim 2010



"Terkadang kita memang harus terdiam, tanpa berkata. Walau kadang itu menjadi sikap yang paling menjengkelkan."

Pengikut

Arsip Blog