Cari Blog Ini

Senin, 20 September 2010

episode I

Berawal dari Alm. Deny yang meminjam handphone Saya untuk mengirim pesan pendek kepada adik kelasnya yang bernama Dhea. Ya,dia Dhea namun panggilan khusus dari Alm. Deny adalah “Feb”. Karena kebetulan saat itu beliau sedang tidak ada pulsa dan menginap di kostan Saya. Itu saat Saya dan Dhea masih SMA. Dan setelah itu smsan Kami berlanjut hanya untuk bercanda saja.
Berlanjut saat di sekolah Kami sering bertemu dan bercanda,hingga Dhea pun mengajak Saya untuk bergabung dengannya ke kelas XII IPS 3. Namun Saya menolak dengan alasan ribet mengurus kepindahan kelas itu. Tapi sebenarnya Saya yang dulu ingin merasakan satu kelas bersama Mey(nanti juga dia ada perannya). Waktu berlalu semakin lama,hingga akhirnya Dhea sering menarik tangan Saya untuk diajaknya ke kantin atau hanya sekedar mengantarnya ke WC. Dhea bilang sih karena tangan Saya kecil,jadi pas buat dia pegang. Pertamanya Saya tidak terlalu suka dengan hal itu namun lama-kelamaan senang rasanya bercanda dan mendengar celotehan Dhea(karena pada dasarnya Saya senang bercanda dan tidak pernah serius). Lalu setiap pulang sekolah saat Dhea sudah sampai rumahnya dan Saya pun sudah di kostan, Dhea sering sms Saya. Dan Saya hafal sekali setiap dia sms pasti teks pertamanya “adiiiiiiyyyyyy”. Ya, itu memang panggilannya kepada Saya. Beda dengan Mey yang lebih suka menulis “die”. Dhea selalu minta ditemani untuk menghabiskan bonus smsnya yang dulu sedang booming Kartu As yang bayar entah berapa untuk dapat beberapa sms ke semua operator. Selalu tidak habis karena pacarnya yang bernama Harvian terlalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Saya tidak merasa risih atau apa dengan sms Dhea karena kebetulan Saya juga sedang tidak terlalu terobsesi mendekati cewek lain dan juga karena Saya menggunakan paket 2000 smsnya im3 jadi setiap sms Dhea pasti Saya balas. Entah berapa bulan Kami sering smsan dan semakin lama Dhea semakin terbuka tentang dirinya dan apapun yang sedang dia rasakan. Begitupun di sekolah, saat istirahat Kami sering bertemu dan bermain bersama dengan Batre(ini nama genknya gitu di sekolah). Begitu,dan begitu seterusnya.
Sampai sering Dhea mengajak bermain setelah pulang sekolah, karena yang Saya tahu dia itu orangnya tidak kenal lelah. Namun di sekolah lebih tepatnya di kelas Saya XII IPS 1 Saya sering disindir oleh Mey dan teman-temannya karena sering bermain sama Dhea. Kadang Saya bingung dan heran kenapa mereka seperti itu. Dan kadang Saya harus bisa menjaga perasaan antara ingin bermain sama Dhea atau lebih menghargai perkataan Mey(ya mau gimana lagi, Mey mantan Saya kelas X). Lebih kerennya lagi anak cowok di kelas nyangka Saya jadian sama Dhea karena begitu dekat dan jarang melihat Dhea dengan Harvian. Lebih parahnya banyak anak kelas X yang sms ingin sekedar berkenalan tapi malah nyebut takut dimarahin The Dhea. Hey,what hell going on? Saya hanya sahabatnya. Tapi tak apalah karena Saya juga kurang melirik anak kelas X yang baru itu. Entah Dhea tahu atau tidak tentang yang satu itu, karena bukan hanya sekali itu terjadi dan sialnya sampai Saya lulus dari SMA selalu ada saja yang menyangka seperti itu! Puncak dari keanehan di sekolah terjadi saat tanpa sengaja saat istirahat Saya bertukar jam tangan sebentar dengan Dhea. Dan apa yang terjadi? Di kelas Saya disindir habis-habisan oleh Mey dkk. Untuk beberapa hari Saya dikucilkan oleh mereka di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Arsip Blog