Resmi sudah Saya menjadi mahasiswa Unpad dan meninggalkan semua ending buruk di SMA. Bahkan Saya tidak tahu mau kemana Dhea melanjutkan, hanya mendengar berita dari teman saja. Karena tidak ada kegiatan Saya sering main kerumah Gyna,dan satu hari Gyna mau berangkat les ke depan Griya. Saya pun mengantarkannya kesana, dan sesaat setelah turun dari kendaraan Saya melihat Dhea baru keluar dari Griya bersama Dyah, Saya ingin segera berlalu tanpa harus Dhea melihat. Tapi sayang Dyah memnggil dan Saya pun menyapa mereka yang diseberang dari kejauhan. Malamnya Saya berkomunikasi dengan Dhea, dan Dhea pun menanyakan dengan siapa Saya tadi sore. Tanpa ragu Saya bilang Gyna, karena Saya tahu Dhea masih dengan Vicky.
Lagi-lagi saat bertemu dengan teman mereka menanyakan Dhea,kemana Dhea?kuliah dimana dia?banyak yang bertanya tentangnya,tapi sayangnya justru kepada Saya. Membuat perasaan yang dulu tak pernah mati. Entah kapan Dhea berakhir hubungannya bersama Vicky. Sumpah,Saya kehilangan komunikasi meskipun masih sering Saya menanyakan kabar dan akan kemana dia melanjutkan sekolah pada Debby. Dan Dhea katanya mau ke Kediri, Pare tempat kursus yang dulu pernah dia ceritakan pada Saya saat tempat itu masuk liputan di suatu acara alam.
Oh iya baru Saya ingat saat konvoi puncak perayaan ulang tahun sekolah Saya pergi sama Dhea. Dan tanpa Dhea tahu sebenarnya sebelum hari berangkat konvoi Saya telah mengajak Mey terlebih dahulu! Saya mengajak keduanya,dan tapi Dhea belum pasti ikut bareng Saya. Kalau Mey sudah pasti ikut. Tapi menjelang keberangkatan Dhea ingin bareng karena Ajeng bareng Agung, Winny bareng Dodi, Reni bareng Dyah menggunakan motor Dhea, danSaya lupa Debby sama Sherly berangkat sama siapa. Pas pagi Saya baru tahu bahwa Mey sudah siap berangkat bareng Saya, tapi Saya ingin bareng Dhea. Dan memutuskan bareng Dhea ketimbang Mey. Saat Mey tahu, dia marah dan kecewa pada Saya. Dan akhirnya Saya dibenci dikelas Saya sendiri hampir satu pekan lamanya.
Dulu juga Saya pernah memberikan kata-kata yang entah darimana Saya dapatkan saat malam-malam ingin membuat Dhea tidak down akibat banyaknya masalah yang datang kepadanya. Itu sms penutup dari Saya dan Saya berkata bahwa dibalik awan kelam itu sudah ada matahari yang siap menyinari kembali. Semacam itulah,karena Saya lupa sms aslinya. Itupun entah darimana Saya dapat,karena nyatanya saat sekarang ingin merangkai kalimat itu lagi pasti ada satu kata yang kurang. Atau memang karena kalimat itu hanya untuk sekali dibuat? Kalimat itu manjur,karena dipagi hari saat Saya membuka handphone ada sms Dhea yang malah menyebut bahwa Sayalah matahari yang akan selalu menyinarinya. Betapa bahagianya perasaan Saya saat itu. Tapi Saya memang selalu ada untuk Dhea, tapi jarang sekali Saya bicara ada saat-saat dimana Saya membutuhkannya juga.
Teringat juga saat Dhea sedang bertugas dengan Pecinta Alam (karena memang dia tergabung disana) saat camping anak-anak Smantika. Saat itu memang tepat malam api unggun, dan Saya memang berniat datang kesana karena teman-teman memang akan kesana. Dan disana, Saya tak sengaja menghampiri tenda anak-anak PA karena bagaimanapun siapa yang mau Saya jenguk disana? Hanya sekedar bermain saja. Tapi Saya bertemu Dhea disana,sedang duduk diluar tenda,terlihat kelelahan, Saya pun menghampirinya dan duduk disebelahnya. Sedikit bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan disana, tak lama Dhea pun menyandarkan kepalanya di pundak Saya. Terasa begitu nyaman bagi Saya. Sayang,saat itu Saya dituduh telah minum alcohol meskipun sebenarnya Saya tidak minum. Dengan pemandangan malam yang kebetulan ada bulannya di langit terasa indah dengan hangatnya si api unggun. Ingin Saya menghabiskan waktu bersamanya disana sebelum akhirnya teman Saya mengajak pergi. Dan Saya pun hanya berlalu meski hati ingin tetap disana duduk menghabiskan malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar